Sebenernya aku gak pinter masak. Dulu waktu masih di Serpong (Tangerang), hampir tiap hari beli sayuran + lauk matengnya Teh (teteh,Sunda) Yul. Kan praktis, tiap hari menunya beda-beda, porsinya cukup buat keluarga kecil (Abi,Ummi,Fiko&Naya), harganya murah, tinggal nunggu depan rumah pula. Karena Abi juga hampir tiap hari pergi pagi pulang malam, jadilah aku pelanggan tetap Teh Yul, disamping juga males masak, hehehe......
jadi malu...
Kalo weekend, biasanya kami sekeluarga pergi 'cari makan di luar'. Kami suka nyobain warung-warung yang kata orang masakannya enak, macem Ayam Bakar Ganthari, Soto Betawi dekat BSD, Seafood Bang Jamal BSD Plaza, Warung masakan Jawa Timuran di Pamulang, Pondok Asinan Muncul, atau apa aja deh....warung pecel lele Cak Rury atau nasi goreng di Perumahan Batan juga OK!
Karena sering jajan itulah, di rumah gak pernah kehabisan stock Yakult. Kan kata iklannya menjaga sistem pencernaan dari bakteri jahat,hehe....(kemakan iklan juga nih...!)
Nah, semenjak tinggal di Adelaide inilah, mau gak mau aku harus bisa masak. Gak mungkin kan mo' jajan terus-terusan, bisa-bisa bangkrut dong..., selain jarang juga warung masakan halal.
Awalnya masak masakan 'sebisanya', alias bumbu dasar tumis, tapi sayurannya aja yang gonta-ganti. Kalo gak, masak pake bumbu jadi yang dijual di Asian Groceries. Lama-lama bosen ! Akhirnya kalo ada temen yang masak 'rada aneh' tapi enak, nanya resepnya, trus dicobain. Atau lagi pengen masak apa tapi gak tau resepnya, telpon ibu di Indo. Atau... nanya ke 'Mbah Google', semua ada.... "Monggo di-download.....!
" gitu katanya,hehehe...
Sekarang aku pengen sharing resep-resep berikut ini yang merupakan hasil dari 'learning by mistake and error' plus pengalaman masak buat pengajian temen-temen liqo' Adelaide, yang Alhamdulillah selalu mendapat respon positif
...alias tamunya pada suka, pada nambah, bahkan pas aku masak urap-urap + sambel terasi jeruk purut buat liqo' Annisa, sampai kehabisan (apa bikinnya kurang banyak ya...?)
Yaah... bagi-bagi ilmu yang didapat-lah. Kan sebagai muslim wajib mengamalkan ilmunya, walau cuma sedikit... InsyaAllah bisa bermanfaat buat temen-temen....
Silakan dicobain ya....
URAP-URAP 
Buat Mbak Nely, Mbak Mila, Mbak Novi, selamat mencoba resep ini, biar gak penasaran... Terutama buat Mbak Novi yang lagi hamil muda, lagi seneng makan yang seger-seger, yuk masak yuk......!!
Bahan - bahan :
- Kacang panjang
- Cambah / toge
- Wortel
(sayuran di atas gak wajib, bisa diganti dengan sayuran lainnya, misalnya buncis,kembang kol,brokoli,dll)
Bumbu :
- Bahan dasar sambel terasi (cabe merah besar/kecil, bwng merah, bwng putih, garam, terasi,seiris tomat). Buat yang males bikin sambel, bisa pakai sambel terasi botolan yang dijual di Asian Groceries.
- Kencur (ada yang berbentuk bubuk, cap Kupu-Kupu)
- Gula jawa/gula merah
- Daun jeruk purut (kaffir leave), rada banyak biar sedep
- Kelapa parut (sebaiknya beli yang frozen, bukan yang kering)
Cara memasak :
- Rebus sayuran secara bergantian, tiriskan, dan sisihkan.
- Haluskan semua bahan bumbu (kecuali kelapa parut), setelah halus kemudian campurkan kelapa parut dengan bumbu tadi sampai rata.
- Kukus (bisa juga di-tim) adonan kelapa parut + bumbu selama kira-kira 15 menit.
- Setelah matang, aduk rata dengan sayuran yang telah direbus tadi.
Hmm.....sedap disantap bersama nasi anget + ikan asin.....
SAMBEL TERASI JERUK PURUT
Pertama nyobain sambel ini, waktu makan siang bareng M'Maria (temen kerja di Lobethal, miss you so much...!). Hmm... makannya langsung kalap keenakan, ampe merem melek, gitu...! Hehehe...,segitunya! Waktu itu dia bikin sendiri alias asli ngulek sendiri. Nah, karena aku paling males bikin sambel, tapi pengen makan sambel, maka aku cari cara lain. Buat temen-temen yang males bikin sambel kaya' aku, tapi pengen makan sambel sedep, nih ada resep 'rahasia'.....
Bahan - bahan :
- Sambel cobek terasi botolan cap Ibu, banyaknya sesuai kebutuhan.
- Jeruk purut (tau kan, yang bentuknya keriput, kaffir lime), 1 biji atau sesuai banyaknya sambel yang dipakai.
Cara membuat :
- Tuang sambel terasi (kalo ada cobek lebih baik, biar kesannya makan sambel cobek,hehehe...sssttttt, rahasia!). Trus, diberi air perasan jeruk purut, beri sedikit potongan kulitnya, diulek sampai rata. Siap disajikan.
Sssllllrrrrpp, sedep banget! Buat yang anti sambel botol, silakan mencoba juga, bau botolnya bener-bener ilang kok, beneran! (eh, ini menurutku dan menurut temen2 yang dah pada nyobain ..) Bahkan temen-temen liqo' Annisa yang tadinya gak doyan sambel, jadi suka banget makan sambel ini. 
OSENG - OSENG PARE / PARIA
Mbak Arie and Mas Yoga (tetanggaku) seneng banget dimasakin ini...
Bahan - bahan :
- 2 buah pare ukuran sedang, diiris tipis-tipis
- 100 ml santan kental
- 1 bungkus teri (dried anchovies) ukuran 80 g, digoreng setengah matang
Bumbu :
- 2 siung bawang merah (shallot), diiris tipis
- 3 siung bawang putih(garlic), diiris tipis
- 2 lembar daun salam (bay leaves)
- Seiris laos / lengkuas (galangal) tebal kira-kira 0.5cm, memarkan
- 2 buah cabe merah / hijau besar, iris tipis
- Garam secukupnya
- Gula pasir secukupnya
Cara memasak :
- Tumis bwng merah, bwng putih, daun salam, laos, dan cabe sampai harum.
- Masukkan pare, hingga setengah matang, lalu masukkan teri.
- Tuang sedikit air agar tidak gosong, dan santan kental. Tambahkan garam dan gula. Masak hingga mendidih.
Tips :
Agar pare tidak terlalu pahit, setelah diiris tipis, taburi dengan garam. Remas-remas sampai pare lemas (bila dilipat tidak patah). Kemudian cuci bersih.
Bila ingin lebih tidak pahit lagi, setelah dicuci, diamkan semalam. (Tapi kalo gak pahit, jadi serasa gak makan pare dong, makan pare justru enaknya kalo ada pahit-pahitnya dikit, iya kan...? Tapi buat yang gak suka, ya monggoo....).
SATE KAMBING
Pertama kali aku praktek bikin sate kambing waktu ada acara buka puasa bersama (temen-temen MIIAS) di rumah. Alhamdulillah laris manis..., walau edisi perdana...
Kedua kali aku masak sate untuk acara pengajian liqo' bapak-bapak di rumah, hasilnya, Alhamdulillah....GOOD, GOOD.....(sambil manthuk-manthuk,hehehe
.....)
Bahan - bahan :
- 1.5 kg daging kambing (bukan untuk porsi besar)
- 3 sdm madu
- Tusuk sate (bamboo skewers)
Bumbu :
- 4 siung bawang putih
- 1 sdt lada / merica bubuk (white pepper)
- 1 sdt ketumbar bubuk (coriander)
-
1 sdt garam
Cara memasak :
- Potong daging kambing berbentuk kotak dengan besar sesuai selera,sisihkan
- Haluskan semua bahan bumbu, lalu campurkan pada daging kambing yang telah dipotong tadi, tambahkan madu, dan aduk hingga rata.
- Diamkan selama kurang lebih 2 jam, supaya bumbu meresap ke dalam daging.
- Tusuk daging dengan tusukan sate satu per satu, tiap tusuk sate berisi 4-5 potong daging
- Bakar dengan cara di-grill hingga matang
SAUS KACANG
Bahan - bahan :
- 1 botol selai kacang yang crunchy (atau bisa blender kacang sendiri, kira-kira 0.5kg kacang tanah)
- 1sdt bawang putih halus
- 1 sdm petis udang/ikan (kalo gak terlalu suka, bisa pakai setengah sdm aja)
- Kecap manis (seberapa ya...? Dikira-kira sendiri ya, soalnya aku maen tuang aja. Asal dirasa sdh ckp manisnya)
- Garam sedikit
Cara membuat :
- Larutkan petis dengan sedikit air panas, masukkan bwng putih halus dan garam, aduk rata, kemudian masukkan selai kacang/kacang yang sdh diblender, tambahkan air panas, aduk rata hingga semua larut dengan kekentalan yang cukup.
- Tambahkan kecap manis.
ACAR MENTAH
Bahan - bahan :
- 2 buah timun (cucumber), potong 1x1cm
- 2 buah wortel, potong 1x1cm
- 1 siung bawang putih, iris tipis
- 2 siung bawang merah (shallot), iris tipis
- 10 buah cabe rawit merah, biarkan utuh
- Garam secukupnya
- Gula secukupnya
- Cuka (rice vinegar) secukupnya
Cara membuat :
- Campurkan semua bahan, aduk rata, sampai dirasa cukup manis, asem dan asinnya.
Sate kambing siap disantap dengan disiram saus kacang dan sedikit perasan air jeruk nipis (lime), dipadu dengan acar mentah, dimakan bersama lontong/ketupat, YUMMMM....
BOTHOK
Aslinya aku download resep ini dari 'Mbah Google', tapi pada prakteknya ada beberapa bahan yang aku tambah/rubah sendiri. Hasilnya ? Alhamdulillah... bisa ditanyakan langsung pada Mbak Nelly, Mbak Annika, dan Deny (temenku di Lobethal, sayang aku belum tau alamatmu ya Den, jadi gak bisa dikirim, cukup ngincipin dari Mbak Nely ya, hehehe... ).
Bahan - bahan :
- 300 gr daging ayam (fillet) [sebenernya gak harus ayam, bisa juga pake tempe, tahu, or teri, sesuai selera lah..]
- 8 buah (kira-kira 0.5kg) hati ayam
- 125 gr kelapa parut
- 200 ml santan kental
- 150 ml kaldu ayam (dari rebusan daging dan hati ayam)
- 2 sdm minyak goreng / olive oil
- 1 butir telur ayam
- Daun pisang untuk membungkus (bisa juga pakai aluminium foil)
Bumbu :
- 4 siung bawang merah (shallot)
- 3 siung bawang putih
- 1 sdt garam
- 0.5 sdt gula pasir
- 1 sdt terasi
- 2 batang daun bawang, dirajang
- 5 buah cabe hijau besar, dirajang
- 5 lembar daun salam, dibelah 2
- 5 lembar daum jeruk, dibelah 2
- 10 buah cabe rawit merah
Cara memasak :
- Rebus daging dan hati ayam, lalu potong kotak, sisihkan.
- Haluskan bwng putih, bwng merah, garam, gula pasir, dan terasi. Setelah bumbu halus, kocok dengan telur ayam di dlm baskom. Kemudian masukkan potongan daging dan hati ayam, tambahkan kelapa parut, daun bawang dan cabe hijau, aduk rata.
- Tuang santan kental, kaldu ayam, dan minyak goreng / olive oil, aduk rata.
- Ambil daun pisang yang telah lemas (dengan cara diletakkan di atas uap panas, kecuali pas summer kali yaa...), letakkan daun salam dan daun jeruk di dasar, lalu letakkan dua sendok makan adonan bothok, tambahkan 1 buah cabe rawit merah, bungkus rapi. Lakukan cara yang sama hingga adonan habis.
- Kukus selama kira-kira 15 - 20 menit.